Peringati Hari Kakao Sedunia, Bupati Kolut Tegaskan Komitmennya Membangun Sektor Kakao melalui Revitalisasi Kakao

  • Whatsapp

Koluttimes – Bupati Kolaka Utara (Kolut), Drs. H. Nur Rahman Umar, M.H., kembali menegaskan komitmennya dalam membangun sektor kakao melalui program revitalisasi kakao yang telah berjalan sejak periode pertamanya.

Hal itu disampaikan saat menghadiri Peringatan Hari Kakao Sedunia di Kelurahan Rante Angin, Kecamatan Ranteangin. Senin (7/06/2025)

Bacaan Lainnya

“Alhamdulillah, sekarang hasilnya sudah mulai dinikmati oleh mereka yang sungguh-sungguh melaksanakan. Dengan harga kakao saat ini, kita patut bersyukur. Ini mungkin karena niat tulus saya dalam memprogramkan revitalisasi, dengan menggelontorkan anggaran sebagai bentuk konsistensi terhadap program ini,” kata Nur Rahman Umar.

Nur Rahman Umar mengatakan, kini hasilnya mulai dirasakan oleh masyarakat. Pada periode pertama, saya berusaha memberi semangat dan meyakinkan masyarakat agar program revitalisasi kakao dapat berjalan.

“Meskipun dalam perjalanan program revitalisasi kakao mendapatkan tantangan, cibiran, pesimisme, hingga keraguan banyak pihak. Namun, dengan niat yang tulus, saya tetap konsisten menyosialisasikan dan mendorong program ini tanpa lelah,” ujarnya.

Bupati Kolut menambahkan, meminta masyarakat untuk berhenti melontarkan cibiran dan mendukung penuh program-program penguatan ekonomi kerakyatan, khususnya revitalisasi kakao. Menurutnya, pembangunan ekonomi berbasis rakyat harus berjalan seiring dengan pembangunan infrastruktur seperti jalan dan jembatan.

“Hentikan bully-an terhadap program-program penguatan ekonomi kerakyatan, khususnya terkait program revitalisasi kakao. Ini semua untuk kesejahteraan kita bersama,” tegas Nur Rahman Umar.

Dalam kesempatan yang sama, peringatan ini turut didukung oleh PT Syngenta Indonesia melalui kegiatan bertajuk Cacao Care, sebagai wujud perhatian terhadap petani kakao sekaligus dunia pendidikan.

PT Syngenta memberikan beasiswa berupa kelengkapan alat sekolah bagi 300 siswa SD/setingkat dan 200 siswa SMP/setingkat. Selain itu, juga digelar pemeriksaan kesehatan gratis bagi petani kakao serta pelatihan tentang aplikasi dan penggunaan pestisida yang bijak.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *