Koluttimes – Wacana relokasi dan pembangunan gedung rumah sakit baru di Kabupaten Kolaka Utara memantik respons positif dari berbagai elemen masyarakat. Salah satunya datang dari Lentera Kolaka Utara yang secara terbuka mengapresiasi niat baik investasi sosial di sektor kesehatan ini.
Apresiasi tersebut ditujukan kepada PT Citra Silika Mallawa (CSM) yang menyatakan kesiapannya untuk mendanai pembangunan gedung rumah sakit baru. Langkah ini menyusul usulan relokasi karena posisi rumah sakit saat ini berada di dalam kawasan Izin Usaha Pertambangan (IUP) milik perusahaan tersebut. Pihak perusahaan siap bergerak cepat begitu Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kolaka Utara menyediakan lahan resmi yang sesuai dengan regulasi.
Dewan Penghubung Lentera Kolaka Utara, Adrian Perdana Kusuma, menegaskan bahwa inisiatif yang berorientasi pada peningkatan layanan publik wajib didukung. Namun, ia memberi catatan tebal mengenai aspek keterbukaan prosesnya.
“Kami mendukung setiap langkah yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Apabila PT Citra Silika Mallawa benar-benar berkomitmen membangun gedung rumah sakit baru, maka komitmen tersebut patut diapresiasi,” ujar Adrian dalam keterangan resminya, Kamis (23/7/2026).
Ia menambahkan, Pemkab Kolaka Utara harus segera mengambil langkah taktis. “Pemerintah daerah perlu segera membangun komunikasi yang konstruktif agar gagasan ini dapat diwujudkan secara transparan, sesuai regulasi, dan benar-benar berpihak pada kepentingan masyarakat Kolaka Utara.”
Lentera Kolaka Utara menilai momentum ini bisa menjadi standar baru (benchmark) kolaborasi positif antara pemegang regulasi dan dunia usaha. Kendati demikian, transparansi harga mati agar keputusan yang diambil tidak mencederai aturan hukum.
Pihak Pemkab didorong untuk segera memfasilitasi forum diskusi bersama. Pertemuan ini idealnya melibatkan DPRD, manajemen perusahaan, tenaga kesehatan, tokoh masyarakat, akademisi, hingga pemangku kepentingan terkait.
Senada dengan Adrian, Wakil Dewan Penghubung Lentera Kolaka Utara, Renaldi, mengingatkan bahwa proyek ini bukan sekadar urusan memindahkan beton bangunan.
“Rumah sakit bukan sekadar bangunan fisik, melainkan investasi kemanusiaan. Karena itu, kami mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk duduk bersama, mengesampingkan ego sektoral, dan mengutamakan kepentingan masyarakat,” kata Renaldi.
Menurut Renaldi, sinergi yang bersih dan terukur antara pemerintah dan sektor swasta akan menjadi fondasi kokoh bagi modernisasi pelayanan kesehatan di masa depan.
Melalui sikap resmi ini, Lentera Kolaka Utara berharap semua pihak dapat menghindari polemik atau polarisasi yang tidak produktif. Fokus utama harus dikembalikan pada hak masyarakat Kolaka Utara untuk mendapatkan fasilitas kesehatan yang representatif, aman, modern, dan siap menghadapi tantangan medis masa depan.









